Rubah Pola Pikir dan Kembangkan Keahlian


Penulis : Novia Ravena Sari

Suasana yang cerah ini, sedikit saya menjabarkan problematika yang sering  terjadi dalam kehidupan, tanpa sadar membuat diri berpikir tidak pantas untuk menggapainya (berprestasi dan mewujudkan  mimpi-mimpi). padahal jika kita berikhtiar [berusaha] pasti bisa mewujudkannya.

Diantara banyaknya problem kehidupan, yang paling fundamental yaitu berdiam diri, sering kali seseorang hanya diam ditempat disaat menghadapi masalah, itu dikarenakan adanya kepasrahan diri, padahal setiap orang pasti mampu menguasai suatu bidang atau memiliki keahlian untuk bisa dikembangkan namun masih merasa kurang pantas dan tidak bisa  menjadikan kemahiran dirinya menghasilkan suatu karya atau insprasi untuk dirinya  maupun orang lain.

Pertanyaannya, apakah tidak mampu untuk mengembangkan itu dengan cara yang kita bisa? Agar  bakat dan kemahiran berguna serta di manfaatkan dengan sebaik mungkin. Jika  asumsi dan ketidakpercayaan diri selalu  menghantui, apakah perubahan kearah yang lebih baik akan tercipta? tentu saja tidak.   jika terus seperti itu maka perasaan akan ketidakyakinan meraasa untuk mampu seperti  orang lain dalam mengkespresikan bakat dan minat tidak akan pernah berkembang dan maju bila tidak bergerak. Teringat tulisan yang pernah saya realis dalam memo.

"Hidup adalah proses dimana saat  terpuruk  harus bangkit lagi, gagal bangun lagi karena sejatinya untuk mendapatkan keberhasilan  tidak hanya dengan  proses   yang  mulus namun dengan perjuangan." (Vena) 

Kita semua ingin berhasil bukan?   jawabannya sudah pasti  dengan lantang   banyak orang akan mengatakan "iya" sangat benar namun apakah dengan berdiam diri? apakah dengan terus berpikir cukup, saya tidak pantas untuk melakukan ini? Tentu saja   tidak, ini yang harus kita rubah, pola pikir yang tidak mungkin menjadi pasti bisa, yang dari   saya tidak mahir menjadi saya mahir. Rubah minset berpikir, hanya orang yang  punya  uang yang  mampu  mendapatkan pekerjaan  yang layak, hanya mereka yang mampu berkontribusi untuk masyarakat.

Hilangkan naluri itu dalam diri, tanamkan keyakinan pada diri bahwa mereka bisa, saya  pun lebih bisa bahkan lebih dari mereka karena  pada kenyataannya  kita  akan mampu menaklukan sesuatu Ketika berani melawan keraguan dengan ilmu dan pemahaman yang sesuai. 

Saya mengakhiri tulisan ini dengan pertanyaan yang mungkin untuk pembaca memilih. Dalam kehidupan ini kita di suruh   untuk memilih menciptakan perubahan atau   hanya ingin pada  posisi itu- itu saja?

Komentar